Entri Populer

Selasa, 01 Februari 2011

CERPEN

Yang Tak Terganti

Dia tak tahu, apakah ia akan masuk neraka karena setelah ia mengkhianati orang yang mempercayainya. Untari adalah kekasih dia kekasih yang sangat posesif tapi ia tidak ingin menyakiti hati Tari karena aku tahu dia mencintainya.Tari sama sekali tidak bias di bandingkan dengan Ika. Ika sangat cantik, dengan tubuh seperti model, pergaulan di kalangan elit, belum lagi kekayaan yang jauh dari apa yang dimiliki Tari. Dia sayang Tari,tapi dia tak suka saat dia berteriak seolah Tari adalah orang tuanya. Bersama Ika merasakan kebebasan, tanpa ada ikatan sesuatu yang terasa hilang dalam hubunganya dengan Tari. Tari tersandar lemas di kursi terasnya sebuah senyum getir tergurat di wajahnya senyuman yang menghangat hati seolah membuatnya menjadi lelaki terkerjam yang pernah dia jumpai, dengan susah payah. Tari mengeluarkan suaranya yang serak akibat menahan tangis berbalik, beriba perasaan yang becampur aduk. Tapi satu yang jelas, apa yang ia lakukan.
Tari berdiri di samping pintu pagarnya hanya satu meter dari tempatnya derdiri Tari merasa sangat jauh. Dia terlihat begitu rapuh, seolah hempusan angin dapt menrontokanya, ia maju selangkah berusaha merengkuhnya ke dalam. Malam ini tak akan pernah dilupakan setelah menorah luka kedalam hati Tari, baying Trai di sinar rembulan dengan air mata yang menitik akan terus melekat dalam ingatan ku selamanya, sebulan berlalu dari malam itu tapi rasa bersalahnya belum juga sirna. Apalagi sekarang Tari menjauhinya dari ika. Ia mengerti bila dia sangat membenci kami, hubungannya dengan Ika berjalan biasa dia bias melakukan yang dia suka dan aku juga. Tari akan sangat cemburu, bila dia berjalan dengan cewek lain.
Tapi beberapa saat kemudian kami pasti abaikan, aneh saat HP-nya berbunyi ia kira itu adalah telepon dari Trai. Setiap kali ia memejamkan matanya, bayangan tangannya selalu hadir. Waktu terus berlalu dan semakin aku sadari ia sangat merindukan Tari sekarang, ia malah mengingat hal-hal kecil tentangnya dan semakin ia berusaha untuk tidak mengingatnya kembali, ia semakin terasa bayangan-bayangan wajahnya. Tapi ia tak bias melakukannya karena tangan Ika telah menggelayut di hatinya. Yang ku tahu Tari akan selalu ada di hati, jika ia masih di beri kesempatan suatu saat nanti, ia akan kembali kepa-nya karena kau tahu dengan pasti bahwa Tari adalah yang tak terganti di hatinya.


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar